Mati dunk ?? ga seseram judulnya kale.. wkwkw.. Judul di atas kira-kira memiliki arti bahwa semakin banyak guru tempatmu berguru, maka semakin bingunglah engkau hahaha… Yup… saya yakin banyak yang ga setuju dengan pernyataan saya ini. Lalu mengapa saya mengangkat judul kontroversial di atas ? Untuk ketenaran ?? Maaf saya sepertinya sudah tak butuh sensasi untuk menjadi tenar … (huh.. sombong hahha). Sebenarnya saya menulis artikel ini menyikapi kejadian yang saya alami dalam 2 minggu terakhir ini. Sejak saya jualan ebook dan melayani online coaching begitu banyak pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya sangat baik, namun mungkin kurang tepat ditanyakan pada saya. Mengapa ? wong pertanyaannya tentang ebook yang dijual oleh rekan yang lain.
Ada juga yang menanyakan kok apa yang saya jabarkan dalam ebook saya, sangat berbeda dengan isi ebook yang dijual oleh para senior yang lain. Ya jelaslah berbeda, karena saya tidak mengajarkan cara pintas untuk mendapatkan uang yang ujung-ujungnya merugikan rekan-rekan kita pelaku bisnis online yang lain, seperti yang dulu dilakukan oleh yang mengaku internet marketer dunia yang mengajarkan jalan pintas bagi murid-muridnya yang justru merugikan para pelaku bisnis online lainnya yang bukan muridnya. Tapi saya juga sadar, teman-teman yang menganggapnya sebagai guru pastilah akan membelanya karena bagaimana pun seorang murid memang harus menhormati gurunya meskipun gurunya itu bobrok betul kan? Tapi sudahlah, sudah ga ada gunanya membahas ibu yang satu itu hahaha…
Saat ini gairah bisnis online dalam negeri memang sedang menjamur, dan semakin banyak “guru-guru” baru bermunculan entah itu memang benar-benar guru yang mau berbagi atau cuma guru-guruan yang hanya ingin mencari “data email prospek” ataupun hanya ingin jualan untuk keuntungan pribadi. Membayar seorang yang menjadi guru bagi kita memang ga salah, karena saya tahu persis bagaimana jadinya jika seorang “guru” yang berbagi secara gratis yang justru akan merepotkan sang guru itu sendiri. Karena harus jujur kita akui bahwa sifat kita di negara ini masih menganut sifat mau enak saja tanpa memikirkan orang lain iya toh? Saya pernah mengalaminya, ketika beberapa bulan yang lalu saya memberikan layanan coaching gratis, dimana rekan-rekan yang memanfaatkan coaching gratis itu dulu justru banyak yang ngeyel dan mau enak sendiri, gimana saya ga bilang demikian wong sudah nanya satu nanya lagi lalu terus terus tanpa mikir bahwa saya juga harus melayani yang lain, ga dijawab cepat malah saya dituduh pelit dan dianya ngambek dan marah.. lha emangnya situ siapa.. hahahah… Karena inilah sebenarnya alasan saya mengeluarkan ebook dengan harga di atas rata-rata, biar yang beli merasa bertanggungjjawab untuk giat dalam belajar agar tidak rugi membayar harga ebook dan coach yang cukup mahal.
Namun, saya sendiri belum merasa diri sebagai seorang guru, meski ada rekan-rekan yang memanggil saya demikian yang justru saya omelin hahaha (abis saya galak sih…).
Mencari orang yang kita jadikan guru untuk kita belajar memang sangat perlu. Semakin banyak guru, semakin banyak ilmu yang kita dapat dan itu sangat bagus.. tapi eiiitttssss.. menurut saya kondisi ini tidak berlaku dalam dunia bisnis online. Karena dalam bisnis online, semakin banyak guru yang kita ikuti maka kita akan semakin bingung. Karena guru-guru di dalam bisnis online baik itu “guru beneran” maupun “guru-guruan” pasti memiliki cara berbeda dalam menjalankan bisnis onlinenya, kecuali kalau guru-guru itu memang satu perguruan wkwkwkw (perguruan silat kale…).
Jika memang ingin berhasil dalam bisnis online, sebagai pemula memang membutuhkan seorang guru yang kita jadikan sebagai tempat belajar. Namun sebaiknya dari sekian banyaknya guru yang ada pilihlah yang cara mengajar dan cara menulis tutorialnya memang sesuai dengan kita. Namun, menjalin hubungan dengan banyak pelaku bisnis online yang di’guru’kan mutlak harus dilakukan, namun seperti yang saya katakan tadi sebaiknya pilihlah salah satu guru saja yang memang benar-benar sesuai dengan kita. untuk satu bidang ilmu , misalnya satu guru untuk ngeblog, satu guru untuk bisnis online dan seterusnya Tapi ingat, guru yang baik bisa menghasilkan murid yang baik dan guru penipu hanya bisa menghasilkan murid yang juga menjadi penipu hihihi…
Nah, saya mengangkat artikel ini bukan untuk mempromosikan diri agar teman-teman yang baca menjadikan saya sebagai guru .. oh no.. no .. no .. menjadi guru itu ga gampang karena harus memiliki tanggungjawab bagi teman-teman yang menganggapnya sebagai guru., Karena itulah saya sangat heran sekali ketika beberapa waktu yang lalu seorang motivator terkenal membuka universitas tentang bisnis online… hehe sebagai seorang motivator memang dia layak dijadikan panutan but dalam hal bisnis online ? oh no.. honestly i doubt about it. Saran saya, carilah ilmu sebanyak-banyaknya, jalinlah hubungan dengan rekan-rekan termasuk dengan yang dianggap guru, namun pilih dan fokuslah pada satu guru saja untuk satu bidang tertentu, karena seperti yang saya katakan tadi bahwa dalam bisnis online, semakin banyak guru maka semakin kita bingung mau melakukan apa..
Nah, artikel minggu depan saya akan menampilkan sosok-sosok yang bisa kamu jadikan guru dalam hal ngeblog maupun bisnis online.
Betul..setuju sekali bang..
kebanyakan guru malah bikin bingung…teknik dan metode mereka berbeda..bkin kepala puyeng mau ikut yang mana…kelihatanya semua bikin sukses…
hehe….
[Reply]
benar juga ya….
satu guru satu ilmu satu teori banyak guru satu ilmu tapi teorinya beda2 mumet jadinya wakakakakakaka
[Reply]
[...] sensei Cyber Pacific, bu guru Anne Ahira, master mas Cosa, mas Ronny, Bayumukti, mas Jackbook, mas Zalukhu..dan para master laen, namanya pasti dah mancep di kita. Kalo ditanya, siapa Adryan, saya bingung [...]
kemana nih guru satu ini, udah lama g di update blogx…
[Reply]
nice artikel mas zalu…saya ijin utk menge-link-kan web anda diblog sy ya mas…
mampir2 donk mas n pls leave comment spy newbie seperti sy dapat mempunyai semangat lebih utk bs menjadi seperti mas…makasih…
[Reply]
guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa….dari Salom Gea. Ono Nia
[Reply]
Aya-aya wae nih akang!
[Reply]
Gokil nih!!!!!!!!!1
[Reply]
untung saya baru punya 2 guru… di bidang internet
[Reply]
Kwakakaka… kan kalo sang motivator alias guru baru itu di complain sama ‘muridnya’ tinggal bilang gini :
‘
’sabar… semua itu butuh proses. Bla bla bla bla -motivasi sang motivator
[Reply]
Kebanyakan guru mungkin memang beneran bisa mati bang, mati kebingungan…
[Reply]
Masih juga ga update. Kemana aja, bang?
[Reply]
To much kill, You will be guru.
[Reply]
Memiliki banyak referensi memang bagus. Tapi pada akhirnya tetap harus memiliki karakter dan sudut pandang tersendiri dalam satu hal.
Internet adalah gudang ilmu. Menyerap semua informasi mentah-mentah tidak langsung menjadikan pintar. Jadi makin bingung iya.
[Reply]
Halo salam kenal,sebelum komeng2 mau nanya dulu nich,
Kalo yg enggak beli ebooknya dan komeng2 di sini mau d tanggapi gak?
Soalnya ada seorang guru yang bilang ”jangan menghabis2kan waktu untuk mengurusi orang yang bukan rekan kerja kita,member kita dll”
Tentunya anda tahu kan yg pernah mengatakan itu?
[Reply]
Mantabh sangadh sob, dan alangkah senangnya hatiku jika link ane di pasang di web agan yang mantabh ini.. trims
[Reply]
ebook nya lebih pintar dari gurunya,,,
[Reply]
Mungkin menurut saya tergantung pada fokus mana yang akan kita geluti. Jika kita hanya punya satu guru, padahal guru tersebut tdk menguasai segala hal, kita bisa salah belajar. Misal, untuk bisnis online, ke Guru A, untuk Masalah Agama, ke guru B, untuk masalah yg lain, ke guru yg lain, yg masing2 fokus pada hal nya masing2… bagaimana??? Setuju tidak??? hehehe…
Salam Kenal dan kunjungan pertama nich…
[Reply]
bener bro..kalo saya setiap pemberi ilmu baru adalah guru…namun tidak semua ilmu bisa didapat dari guru gratisan…yang berbayar pun layak disebut “guru bayaran” nah loh jadi pusing saya… saya lebih condong meyakini kalo mau dapat duit, ya harus keluar duit…jer basuki mowo bea… kato mbahku..
+1
[Reply]